Secara teratur
mengambil keputusan tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya untuk
mencapai tujuannya. Sumber daya itu dapat digunakan pada operasi dan untuk proses-proses
kunci. Selain itu sumber daya ini dapat juga digunakan pada pengeluaran modal
yang diperlukan untuk mendukung kesinambungan dan pertumbuhan operasi. Auditor
biasanya ingin memperoleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ketika mengaudit siklus investasi dan
pembiayaan
a. Aktiva yang diperlukan untuk mendukung
operasi entitas ,dan apakah rencana jangka panjang manajemen untuk menentukan
dasar aktiva entitas ?
b.
Aktiva yang diakuisisi ,atau dilepaskan
, selama peroide berjalan ?
c. Bagaimana aktiva baru diakuisisi
dibiayai dan apakah rencana jangka panjang manajemen untuk membiayai
pertumbuhan entitas?
Pertanyaan-pertanyaan
ini secara langsung tertuju pada aktivitas investasi dan pembiayaan.
Aktivitas
investasi (investing activities) adalah pembelian dan
penjualan tanah,bangunan, peralatan,serta aktiva lain yang umumnya tidak
ditahan untuk di jual. Disamping itu aktivitas investasi juga mencakup
pembelian dan penjualan instrument keuangan yang tidak dimaksudkan untuk tujuan
perdangangan. Sedangkan Aktivitas
pembiayaan (financing activities) mencakup transaksi dan peristiwa dimana
kas diperoleh dari atau dibayarkan kembali kepada kreditor (pembiayaan dengan
hutang) atau pemilik (pembiayaan dengan ekuitas). Aktivitas Pembiayaan dapat
meliputi misalnya, mendapatkan pinjaman , lease modal, penerbitan obligasi,atau
menerbitkan saham preferen atau saham biasa.
B. MENGGUNAKAN
PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT
Ketika
seorang auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan transaksi, dari bawah
keatas untuk audit atas investasi dalam aktiva tetap, dan aktiva jangka panjang
lain, proses ini biasanya merupakan produk sampingan dari siklus pengeluaran.
Pengendalian internal atas taransaksi pengeluaran juuga mempengaruhi
akuisisi,dan investasi dalam aktiva tetap. Apabila auditor mengembangkan
pendekatan berdasarkan mengaudit investasi dalam aktiva tetap, bersama
pembiayaan dari investasi ini,karena hal itu saling berkaitan sangat erat.
SIKLUS
INVESTASI
1.
PERTIMBANGAN
PERENCANAAN AUDIT
Materialitas
Pertimbangan
utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas ini penentuan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan
seorang pemakai laporan keuangan yang layak. Pertimbangan kedua adalah
hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan.
Risiko
Inheren
Risiko Inheren (inherent risk) yang berkaitan dengan
asersi eksistensi/keberadaan seringkali rendah karena aktiva tetap tidak mudah
dicuri. Akan keberadaan, risiko inheren dapat meningkat sampai ketingkat sedang
atau tinggi karena potensi bahwa aktiva yang yang dibersatukan atau tidak
digunakan lagi , munkin tidak dihapuskan.
Risiko
Prosedur Analitis
Risiko
prosedur analitis unsur elemen dari risiko deteksi bahwa prosedur analitis
akan gagal mendeteksi kesalahan yang material. Prosedur analitis bersifat
efektif dari segi biaya
dan hal dapat membantu auditor dalam
mengevaluasi kelayakan laporan keuangan.
Risiko
Pengendalian
Aspek yang
sama dari penendalian internal yang menetapkan kesadaran akan tingkat
pengendalian yang tinggi seperti lingkungan pengendalian yang kuat,penilaian risiko
yang efektif, akuntabilitas yang efektif atas penggunaan sumber daya dan
pemantauan sumber pengendalian adalah penting dalam konteks akuntansi untuk akitva tetap.
2.
PENGUJIAN
SUBTANTIF ATAS SALDO AKTIVA TETAP
Menentukan Risiko Deteksi
Pengujian
subtantif yang dilakukan auditor akan jauh lebih eksstensif dalam audit pertama
atas seorang klien dibandingkan dengan penugasan yang berulang. Dalam audit
pertama , harus diperoleh audit tentang ketepatan saldo awal akun dan
kepemilikan aktiva bersangkutan.
Prosedur Awal
Suatu prosedur
awal yang penting termasuk memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri
bersangkutan. Prosedur ini memberikan sarana untuk mengevaluasi kelyakan bukti
yang diperoleh pada tahap audit pada tahap berikutnya.
Prosedur Analitis
Suatu bagian
yang penting dari siklus investasi adalah menentukan bahwa informasi keuangan
yang akan di audit konsisten pada ekspektasi auditor. Ketika melaksanakan
prosedur analitis, auditor harus mempertahankan sikap skeptisisme professional
yang layak dan menyelidiki hasil-hasil yang tidak normal.
Pengujian Rincian Transaksi
Pengujian
subtantif ini mencakup tiga jenis transaksi yang bekaitan dengan aktiva tetap :
a. Memvouching
Penambahan Aktiva Tetap
b.
Memvouching Pelepasan Aktiva Tetap
c. Mereview
Ayat Jurnal Beban Reparasi Dan Pemeliharaan
Pengujian Rincian Saldo
Tiga prosedur dalam kategori pengujian
subtantif ini adalah :
a.
Menginspeksi aktiva tetap
b.
Memeriksa dokumen dan kontrak hak
kepemilikan
Pengujian Rincian Saldo : Estimasi
Akuntansi
a.
Review penyisihan untuk penyusutan
b.
Penurunan nilai aktiva
SIKLUS
PEMBIAYAAN
Seperti
telah di jelaskan sebelumnya, transaksi investasi yang signifikan biasanya diserta
disertai dengan transaksi keuangan yang signifikan. Siklus pembiayaan mencakup
dua kelompok transaksi utama sebagai berikut yaitu transaksi hutang jangka
panjang mencakup pinjaman dari oblogasi, hipotek, wesel, dan hutang, serta
pembayaran pokok dan bunga yang berkaitan dan transaksi ekuitas pemegang saham
mencakup penerbitan dan penarikan saham preferen dan saham biasa ,transaksi
saham treasuriatau treasury stock dan pembayaran deviden.
1.
PERTIMBANGAN
PERENCANAAN AUDIT
a.
Materialitas
b.
Risiko Inheren
c.
Risiko prosedur analitis
d.
Risiko pengendalian
Fungsi dan pengendalian yang berkaitan fungsi-fungsi
poembiayaan berikut dan aktivitas pengendalian terkait dan bertalian dengan
siklus pembiayaan:
a.
Mengotorisasi obligasi dan modal saham
b.
Menerbitkan obligasi dan modal saham
c.
Membayar bunga obligasi dan deviden
tunai
d.
Penarikan dan reakuisisi obligasi serta
modal saham
e.
Pencatatan obligasi pembiayaan
2.
PENGUJIAN
SUBTANTIF ATAS SALDO HUTANG JANGKA PANJANG
a. Menentukan
risiko deteksi
b. Merancang
pengujian subtantif
c. Prosedur
awal
d. Prosedur
analitis
e. Pengujian
rincian transaksi
f. Pengujian
rincian saldo, meliputi :
1)
Mereview otoritas dan kontak
2)
Mengkonfirmasi hutang
3)
Menghitung kembali beban bunga
g. Perbandingan
penyajian laporan dengan GAAP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar