Laman

Minggu, 27 Mei 2012

SIFAT SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN

A.      PENELAHAAN ATAS SIKLUSI INVESTASI DAN PEMBIAYAAN
Secara teratur  mengambil keputusan tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuannya. Sumber daya itu dapat digunakan pada operasi dan untuk proses-proses kunci. Selain itu sumber daya ini dapat juga digunakan pada pengeluaran modal yang diperlukan untuk mendukung kesinambungan dan pertumbuhan operasi. Auditor biasanya ingin memperoleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan  berikut ketika mengaudit siklus investasi dan pembiayaan
a.   Aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas ,dan apakah rencana jangka panjang manajemen untuk menentukan dasar aktiva entitas ?
b.        Aktiva yang diakuisisi ,atau dilepaskan , selama peroide berjalan ?
c.   Bagaimana aktiva baru diakuisisi dibiayai dan apakah rencana jangka panjang manajemen untuk membiayai pertumbuhan entitas?
Pertanyaan-pertanyaan ini secara langsung tertuju pada aktivitas investasi dan pembiayaan.
Aktivitas investasi (investing activities) adalah pembelian dan penjualan tanah,bangunan, peralatan,serta aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk di jual. Disamping itu aktivitas investasi juga mencakup pembelian dan penjualan instrument keuangan yang tidak dimaksudkan untuk tujuan perdangangan. Sedangkan Aktivitas pembiayaan (financing activities) mencakup transaksi dan peristiwa dimana kas diperoleh dari atau dibayarkan kembali kepada kreditor (pembiayaan dengan hutang) atau pemilik (pembiayaan dengan ekuitas). Aktivitas Pembiayaan dapat meliputi misalnya, mendapatkan pinjaman , lease modal, penerbitan obligasi,atau menerbitkan saham preferen atau saham biasa.
 
B. MENGGUNAKAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT
Ketika seorang auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan transaksi, dari bawah keatas untuk audit atas investasi dalam aktiva tetap, dan aktiva jangka panjang lain, proses ini biasanya merupakan produk sampingan dari siklus pengeluaran. Pengendalian internal atas taransaksi pengeluaran juuga mempengaruhi akuisisi,dan investasi dalam aktiva tetap. Apabila auditor mengembangkan pendekatan berdasarkan mengaudit investasi dalam aktiva tetap, bersama pembiayaan dari investasi ini,karena hal itu saling berkaitan sangat erat.

SIKLUS INVESTASI
1.        PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT
Materialitas
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas ini penentuan besarnya  salah saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang pemakai laporan keuangan yang layak. Pertimbangan kedua adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan.
Risiko Inheren
Risiko Inheren (inherent risk) yang berkaitan dengan asersi eksistensi/keberadaan seringkali rendah karena aktiva tetap tidak mudah dicuri. Akan keberadaan, risiko inheren dapat meningkat sampai ketingkat sedang atau tinggi karena potensi bahwa aktiva yang yang dibersatukan atau tidak digunakan lagi , munkin tidak dihapuskan.
Risiko Prosedur Analitis
Risiko prosedur analitis unsur elemen dari risiko deteksi bahwa prosedur analitis akan gagal  mendeteksi  kesalahan  yang material. Prosedur analitis bersifat efektif dari segi  biaya
dan hal dapat membantu auditor dalam mengevaluasi kelayakan laporan keuangan.
Risiko Pengendalian
Aspek yang sama dari penendalian internal yang menetapkan kesadaran akan tingkat pengendalian yang tinggi seperti lingkungan pengendalian yang kuat,penilaian risiko yang efektif, akuntabilitas yang efektif atas penggunaan sumber daya dan pemantauan sumber pengendalian adalah penting dalam konteks  akuntansi untuk akitva tetap.
2.        PENGUJIAN SUBTANTIF ATAS SALDO AKTIVA TETAP
Menentukan Risiko Deteksi
Pengujian subtantif yang dilakukan auditor akan jauh lebih eksstensif dalam audit pertama atas seorang klien dibandingkan dengan penugasan yang berulang. Dalam audit pertama , harus diperoleh audit tentang ketepatan saldo awal akun dan kepemilikan aktiva bersangkutan.
Prosedur Awal
Suatu prosedur awal yang penting termasuk memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri bersangkutan. Prosedur ini memberikan sarana untuk mengevaluasi kelyakan bukti yang diperoleh pada tahap audit pada tahap berikutnya.
Prosedur Analitis
Suatu bagian yang penting dari siklus investasi adalah menentukan bahwa informasi keuangan yang akan di audit konsisten pada ekspektasi auditor. Ketika melaksanakan prosedur analitis, auditor harus mempertahankan sikap skeptisisme professional yang layak dan menyelidiki hasil-hasil yang tidak normal.
Pengujian Rincian Transaksi
Pengujian subtantif ini mencakup tiga jenis transaksi yang bekaitan dengan aktiva tetap :
      a.       Memvouching Penambahan Aktiva Tetap
      b.      Memvouching Pelepasan Aktiva Tetap
     c.       Mereview Ayat Jurnal Beban Reparasi Dan Pemeliharaan
                 Pengujian Rincian Saldo
           Tiga prosedur dalam kategori pengujian subtantif ini adalah :
a.         Menginspeksi aktiva tetap
b.         Memeriksa dokumen dan kontrak hak kepemilikan
      Pengujian Rincian Saldo : Estimasi Akuntansi
a.         Review penyisihan untuk penyusutan
b.         Penurunan nilai aktiva

SIKLUS PEMBIAYAAN
Seperti telah di jelaskan sebelumnya, transaksi investasi yang signifikan biasanya diserta disertai dengan transaksi keuangan yang signifikan. Siklus pembiayaan mencakup dua kelompok transaksi utama sebagai berikut yaitu transaksi hutang jangka panjang mencakup pinjaman dari oblogasi, hipotek, wesel, dan hutang, serta pembayaran pokok dan bunga yang berkaitan dan transaksi ekuitas pemegang saham mencakup penerbitan dan penarikan saham preferen dan saham biasa ,transaksi saham treasuriatau treasury stock dan pembayaran deviden.
1.         PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT
a.         Materialitas
b.         Risiko Inheren
c.         Risiko prosedur analitis
d.        Risiko pengendalian
Fungsi dan pengendalian yang berkaitan fungsi-fungsi poembiayaan berikut dan aktivitas pengendalian terkait dan bertalian dengan siklus pembiayaan:
a.         Mengotorisasi obligasi dan modal saham
b.        Menerbitkan obligasi dan modal saham
c.         Membayar bunga obligasi dan deviden tunai
d.        Penarikan dan reakuisisi obligasi serta modal saham
e.         Pencatatan obligasi pembiayaan

2.         PENGUJIAN SUBTANTIF ATAS SALDO HUTANG JANGKA PANJANG
a.    Menentukan risiko deteksi
b.    Merancang pengujian subtantif
c.    Prosedur awal
d.   Prosedur analitis
e.    Pengujian rincian transaksi
f.     Pengujian rincian saldo, meliputi :
1)        Mereview otoritas dan kontak
2)        Mengkonfirmasi hutang
3)        Menghitung kembali beban bunga
g.    Perbandingan penyajian laporan dengan GAAP 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar